Sabtu, 08 Desember 2018

Berbuat Mesum di Dalam Bus Ketika Penumpang Lain Sedang Tidur

Berbuat Mesum di Dalam Bus Ketika Penumpang Lain Sedang Tidur
Berbuat Mesum di Dalam Bus Ketika Penumpang Lain Sedang Tidur

Liburan semester tiba, seperti tahun sebelumnya aku memutuskan untuk berlibur di kota Malang, kebetulan disana sanak saudaraku tinggal. Aku sering bahkan hampir setiap tahun liburan kesana dengan menggunakan Bus, Kereta atau Pesawat. Tapi aku lebih sering memilih bus dan kereta karena lebih bisa menikmati perjalanan.

Suasana sangat ramai disalah satu terminal dijakarta timur, aku langsung naik kedalam bus Pak Ke** yang telah siap menanti calon penumpangnya. Duduk dikursi deret ke enam dari depan. ”hah.. Capek juga.” keluhku.

Lumayan capek juga memang menggendong tas pundak yang berisikan pakaian dan keperluanku lainnya didalam tas. Sekitar 10menit aku duduk, kebetulan kursi bus tersebut 1-2, sebelah kanan satu, sedangkan sebelah kiri untuk 2 orang (super eksekutif).

Aku duduk dibangku yang diperuntukkan 2 orang. Tiba - tiba datang seorang ibu beserta 1 anaknya yang aku perkirakan berumur 17 tahunan, namun tubuhnya tinggi dan berisi, terutama dibagian pantat dan dadanya. Anak itu manis, putih dan memakai soft lens dimatanya.

“Dik, titip anak saya ya??” ujar sang ibu.. ”Oh iya bu!” ucapku kaget. Anak abg itu pun duduk disebelahku.

10 menit berselang, bus akan segera berangkat, sekali lagi sang ibu berkata “adik, turun dimana?”. ”di Malang bu.”ujarku..” oh sama, anak saya juga mau turun di Malang, kalau gitu tolong dijagain ya anak saya? Maklum ini pertama kali dia pergi jauh sendirian.” lanjut sang ibu.

“Beres bu, tenang aja..!” balasku dengan senyum. Ibu itu pun segera turun dari bus setelah sebelumnya mencium pipi kanan kiri anaknya, sambil memberikan wejangan2 buat anaknya. Bus berangkat pukul 16.00 tepat meninggalkan terminal. Anak itu melambaikan tangan kepada ibunya yang berada diluar bus.

Setelah agak jauh dari terminal aku pun membuka obrolan dengan abg itu.. ”nama kamu siapa?”… ”Mia..” jawabnya singkat.. Terlihat senyum manis keluar dari wajahnya yang putih dan bersih, apalagi tatapnnya yang sedikit menggoda, aku yakin dia udah terbiasa berhadapn dengan laki - laki.

“Kenapa nyokap lo gak ikut?” tanyaku. “gak, nyokap kerja. Gua lagi liburan sekolah, dari pada di jakarta terus. Sumpek.” jawab dia.“ Emang gak takut pergi sendirian?” tanyaku dengan sedikit meledeknya.” Ah, cuek saja. Emang takut kenapa?” ucap dia dengan santainya.
“Eh, nama lo sapa?” tanya Mia padaku.. ”gue Boy..” jawabku.

Hampir 2 jam perjalanan, ngobrol ngalor ngidul sambil bercanda gak jelas, aku pun mulai terbiasa dengan mia. Sampai pada akhirnya bus berhenti untuk istirahat disalah satu restaurant di daerah jawa barat.

“Mia, bawa dompet sama hape lo, jangan ditinggal di dalam tas.” “Okey.” jawab Mia sambil bergegas berdiri dari tempat duduknya.

Aku beranikan diri memegang tangannya sambil berjalan turun dari bus. Direstauran kami kembali duduk disatu meja sambil makan bersama. Selesai makan, Mia ijin mau ke kamar kecil, begitu juga aku yang dari tadi nahan kencing. (sebenarnya ada toilet juga dibus, tapi sempit dan takut gak ada airnya pikirku).

Setelah kurang lebih 30menit, bus kembali melanjutkn perjalanan. Sedangkan aku dan Mia makin akrab saja. Bahkan dia sudah berani bersandar dan memelukku dari samping! Waktu semakin malam, semakin gelap keadaan di dalam bus, walau ada lampu kecil diatas tempat duduk, tapi aku lebih memilh tidak memanfaatkannya.

Semakin malam semakin dingin, ditambah udara AC yang menambah dingin didalam bus. “Lo kedinginan gak Mia? ”tanyaku.” Iya dingin banget. jawabnya.

“Pake saja selimutnya.” Aku mulai memasang selimut ditubuhnya, tanpa persetujuan dari dia. Setelah itu aku juga memakai selimut yang memang telah disediakan di dalam bus. Mia, menyandarkan kepalanya dipundakku, sambil tangannya yang ada dibalik selimut dilingkarkan dipinggangku.

“Wah, ini anak kayaknya manja.” pikirku dalam hati.

Tanpa berkata - kata, aku pun juga memeluk dia dari samping. Tubuh kami terasa hangat, walau udara didalam bus benar - benar terasa dingin sebelum kami berpelukan. Mia memejamkan matanya.

Rupanya dia tertidur, aku pun coba memejamkan mataku walau dalam keadaan menggebu - gebu di dalam hati, apalagi ‘adik kecilku’ mulai resah di balik celana ketika dada Mia yang lumayan gede menempel disamping tubuhku. Dengan goyangan bus saat berbelok kekanan atau kekiri, makin rapat saja dadanya ditubuhku. Tapi aku tahan, dan mencoba tidur.

Sekitar 30 menitan aku coba tidur, akhirnya gak bisa tidur juga. Gak tenang banget tidur dengan godaan yang membuat hasratku naik turun. Aku palingkan pandangan ke jalan, sambil menahan gejolak. Tiba - tiba ”Boy.” Mia memanggil pelan.

“Udah bangun ya??” jawabku. Tanpa menjawab pertanyaanku Mia langsung mengencangkan dekapannya. “dingin banget Boy” kata Mia. ”Lo kan udah pakai selimut?” jawabku. “Iya, tapi masih kerasa dingin. Apalagi tanganku dingin banget. Aku masukin tangan aku kedalam baju kamu ya. ”Kaget mendengar permintaan Mia yang diluar dugaanku itu. “Iya. Ya udah.” jawabku gugup.

Jujur aku gak kepikiran macam - macam malam itu, tapi setelah mendengar kata - kata Mia itu aku langsung tambah bergejolak, malahan mulai berfikiran kotor deh. Mia mulai memasukkan tangannya kedalam kausku, masih dalam keadaan berselimut. Seluruh tubuh kami tertutup selimut, hanya muka kami yang tidak tertutup.

Perlahan tangan Mia bergerilya menyusup ke dalam kausku. Ketika berhasil masuk, perlahan lahan pula dia mulai membelai lembut seluruh tubuhku, mulai dari dada sampai perut. Kadang memainkan puting dadaku lembut. Wah, makin memuncak saja hasrat nafsuku malam itu. Aku terdiam tanpa bcara apa - apa, sambil menikmati kelakuan nakal Mia itu. Mia tersenyum kecil memandang aku yang sedang gak karuan karna perbuatannya.

”kamu kenapa Boy?”
“Ah. Anu,, gak apa - apa.” jawabku.

Aku menatap wajah Mia. Hmm manis juga nih cewek, apalagi lesung pipinya tampak menambah manisnya wajah Mia saat tersenyum. Tiba - tiba makin gila aku di buatnya ketika tangan Mia yang tanpa komando masuk kedalam celana jeans-ku.(Waktu itu aku memakai jeans sedengkul).

Makin terbakar saja kepalaku, seakan ingin menerkam tubuh Mia dan langsung ku perkosa. Tapi gak mungkin, keadaan bus yang tidak mungkin sulit untuk aku melakukan apa yang aku mau. Sebagian penumpang masih ada yang terjaga, mereka sedang menonton vcd yang diputar di bus.

“Boy. Kamu gak pernah deket sama cewek ya?” tanya Mia memecah kebisuan. “Pernah..” jawabku
“Pernah ML?” tanya Mia lagi.
“Pernah sekali, tapi gak sampai selesai. Kenapa tanya itu?” jawabku heran.
“Gak apa - apa. Tanya saja!” kata Mia.

Aku mulai berfikir, kalau Mia adalah abg yang punya pengalaman dalam berhubungan sex, mungkin dia pernah ngesex dengan pacarnya. Apalagi, belaian tangan Mia yang lembut benar - benar seperti ahlinya dalam memberikan rangsangan kepada laki - laki. Gak disangka tangan Mia sampai didalam celanaku, bermain main diatas ‘adik kecilku’ yang masih tertutup celana dalam. Makin terasa membesar saja kontolku dipermainkan oleh tangannya.

Tanpa basa - basi, Mia langsung melepaskan tangannya dari dalam celanaku, dan membuka ikat pinggangku serta resleting celanaku. Lalu sekonyong - konyongnya tangannya masuk lagi kedalam celanaku, kali ini tidak terpisahkan celana dalamku lagi. Benar - benar menyentuh kontolku.

“Mia, masih ramai. Belum pada tidur.” Aku kebingungan dengan kelakuan Mia, makin gila saja kelakuan abg ini. “gak apa - apa, cuek saja. Kan ketutup selimut.” jawab Mia enteng membelai dan mengocok halus kontolku.

Aku diam, sambil menikmati permainan tangan Mia yang lihai seperti sudah terbiasa melakukannya. Sekitar 30 menitan, aku mulai mencoba membiasakan diri dengan apa yang dilakukan tangan Mia terhadap kontolku. Sambil ngobrol gak karuan, aku benar - benar terhanyut dalam suasana yang penuh hasrat tersebut.

Ternyata didalam pembicaraanku dengan Mia. Mia mengaku kalau dia sudah gak perawan lagi. Pacarnya yang telah mengambil kesuciannya dan sudah melakukan hubungan sex berulang kali sampai sekarang. Malam terus bertambah larut, ketika itu para penumpang lain satu persatu mulai terlelap! Hanya aku dan Mia yang masih terjaga seakan - akan gak ke pengen sedetik pun melewatkan kebersamaan ini.

“Boy, gue nyaman deket lo!” ujar Mia melirih. ”Aku juga. Lo dewasa banget walaupun umur lo masih 17 tahun.” jawabku.

Lalu tanpa sadar kita sudah saling memandang, aku nekat mendekatkan wajahku ke wajahnya. Kucium bibir lembutnya sambil memejamkan mataku, begitu pun juga Mia yang pelan - pelan memainkan lidahnya didalam mulutku. Sungguh sebuah saat yang indah buat aku, walau umurku 22 tahun waktu itu, serta Mia yang 17 tahun tapi sikap serta perlakuannya mirip wanita dewasa yang lihai dalam membuai seorang laki - laki.

Sekitar 5 menit kami berciuman mesra, tanganku mulai nekat masuk kedalam kaus merah jambu Mia, kubelai halus naik hingga ke BH yang berisikan bukit indah nan besar itu. Kuusap lembut dan kusingkap BH-nya keatas agar payudara indah Mia dapat kusentuh dengan tanganku.

Oouh, besar lembut dan kenyal payudaranya. Apalagi putingnya yang berukuran lumayan besar untuk ukuran gadis seumurnya. ”Hmm..!” Mia mendesah lembut. ”Aaahh. Terus Boy..” Semakin kecang dan keras aku rasakan payudara milik Mia.

Sementara tangannya Mia masih setia mendekap dan mengocok lembut kontolku sejak tadi. Semua itu kami lakukan dengan bebas karna tubuh kami masih tertutup selimut! “Boy. Turunkan kebawah tangan lo.” pinta Mia. Aku mengerti maksudnya, aku turunkan tangan kananku ke resleting celana jeansnya. Aku buka dan aku kaget, ternyata Mia udah gak pakai Celana Dalam lagi.

“Lo gak pakai celana dalam??” bisikku.
“Hihi. Enggak, gue copot waktu direstaurant tadi!!”. Jawabnya cuek.
“Niat banget lo.” Kataku heran.
“Bodoh, aku udah nafsu waktu pertama kali ngelihat lo Boy, lo ganteng banget!”. Jawabnya lagi.
Rupanya Mia adalah tipe cewek yang agresif, bahkan bisa dibilang hyper juga dalam urusan sex. “Boy, copot celana lo ya, gw susah megangnya.” pinta Mia. “Ntar ketahuan orang - orang ah.” Jawabku ragu. “Enggak deh, kan ketutup selimut.”

Aku masih ragu, tapi bener juga sih orang - orang gak bakal lihat, karna emang tubuh kita ketutup rapat selimut. Lagipula orang - orang juga pada tidur dan kita duduk dideret paling blakang, jadi gak ada yang perhatiin kita. Aku turunkan celanaku sedengkul, kuperhatikan Mia pun menurunkan celana jeansnya kebawah.

Lalu dia melepaskan tangannya dari kontolku, dan memutar tubuhnya membelakangiku. Posisinya aku menghadap Mia, dan Mia membelakangiku. Badan dia agak condong kedepan, serta pinggulnya didekatkan ke aku. “Masukin Boy.” pinta Mia. Kaget dan bingung aku mendengar tantangan Mia.. ”masukin apanya?” jawabku dengan bodohnya. ”Kontol lo Boy, cepet!” jawabnya santai.

Gila, nekat bener ini cewek pikirku dalam hati. Tapi kapan lagi punya pengalaman yang kaya gini. Pelan - pelan aku arahkan juniorku ke dalam vaginanya, aku nyodok dia dari belakang. Agak susah juga, karna bus yang terus goyang kekanan kadang kekiri.

Akhrnya Ujung kontolku sampai juga dilubang vaginanya. Dan masuk perlahan - lahan amblas ditelan vagina Mia. Agak sempit rasanya. ”mmmhh, aaahh.” Desah Mia yang agak tertahan karna takut kedengaran penumpang lain.

“Boy enak banget punya kamu, lumayan gede panjang pula, punya cowokku gak kayak gini.”

Mendengar kata - kata Mia itu aku makin bersemangat. Aku sandarkan punggungku ke jendela bus (aku duduk samping jendela). Sambil diam menikmati vagina Mia yang membuat kontolku berdenyut - denyut. Sengaja kontolku gak di-keluar masukkan, karna goyangn bus sudah membuat nikmat dan membantu permainan kita berdua.

Lama juga kita hanyut dalam goyangan bus, gelapnya suasana bus yang diselingi cahaya - cahaya lampu mobil dari kaca jendela bus, benar - benar suasana yang penuh kehangatan dan romantis waktu itu.(aku yakin penumpang lain lagi merasakan dinginnya AC menusuk tulang mereka).

Tapi tidak dengan kami, justru yang terasa hangat damai dan nikmat. Sekitar setengah jam kita mengikuti irama goyangan bus lalu tanpa melepaskan kontolku di dalam vagina Mia, aku mencoba menarik tubuhnya ke belakang dan bersandar ditubuhku. Kini posisi Mia berada diatas tubuhku, tapi tetap membelakangiku.

Aku mulai memainkan kontolku, aku keluar dan masukkan kontolku di dalam vaginanya. “Hmmm. Boy... Aaahh. Goyang terus Boy. Enak banget” erang Mia lirih.
“Aaahh. Iya enak banget memek kamu Mia” kataku sambil terus menggoyangkan pinggulku.
Aku bener - benar gak lagi memikirkan sekitarku, aku yakin penumpang lain gak akan sadar apa yang telah kita lakukan dibelakang!
“Oouuhhh.. Boy, terus!”..

Sambil aku goyangkan pinggulku, tangan kananku memainkan klitoris Mia, serta tangan kiriku memainkan puting payudaranya yang telah mengencang dan mengacung keatas. Makin Mia gak tertahankan, dia terus bergeliat karna rangsangan yang aku berikan. Tapi tetap kita mengatur dan berhati - hati menjaga agar gerakan - gerakan kita tidak membuat curiga penumpang lainnya.

“Boy, gue mau keluuuar..” erang Mia lirih, bahkan sedikit membisik.” Aaahh... Aaahh... Boy goyang terus. Aku dikit lagi keluar” Aaahh... Aaarrgghh... Hhmmm... Mia akhirnya merasakan orgasmenya yang pertama.

Aku cuek dan terus kugoyang kontolku, sementara Mia mengejang merasakan nikmat orgasmenya!! Aku hentikan goyanganku, melihat Mia yang sedang mengatur nafasnya aku pun tersenyum memandang tingkahnya yang benar - benar sedang merasakan puncak kenikmatan.

Gak lama kemudian, setelah selesai menikmati orgasmenya, aku menyuruh Mia untuk tidur telentang menghadap keatas, kepalanya bersantar ke tangan kursi, serta Kedua kakinya ditekuk. Aku mengatur posisi selimut yang sudah berantakan dan kututup lagi tubuh Mia dengan selimut hingga kekakinya yang mengangkang. Aku mengatur posisi dudukku, pinggulku mengarah ke selangkangan Mia. Dan kembali kumasukkan kontolku ke dalam vaginanya.

“Bleezz” Uuuhh.. Aaahh.. Hhmmm.. Kembali kontolku ditelan vagina Mia. Aku goyangkan pelan - pelan pinggulku. “aaahh.. Hmm. Enak”. Mia pun tampak kembali larut dalam kenikmatan setelah tadi dia merasakan orgasme. “Ooh.. Hmm..”

Kali ini goyanganku terasa lebih mantap, dan kontolku terasa lebih basah karna vagina Mia sudah benar - benar becek akibat orgasmenya tadi. Creek.. Crek..! Tangan kiriku membelai dan memainkan klitorisnya.vTerlihat Mia menggigit bibir bawahnya, terkadang memainkan lidahnya kebibirnya.

Sekitar 15 menit, Mia pun mulai tampak gusar, kelihatannya dia akan orgasme lagi. Begitu juga aku yang mulai merasakan desiran nikmat mengalir didalam tubuhku, mengalir dari atas hingga kebawah. ”Boy, a..a..aku mau keluar lagi. ”Mulutnya bicara tapi matanya terpejam.” Aku juga Mia..” Jawabku berbisik.

“Boy.. Gak tahan.. Mau keluuuar..!!”

Aku mempercepat goyangan kontolku keluar masuk vagina Mia dan tanganku juga makin cepat mempermainkan klitorisnya walau tidak beraturan iramanya.

“Mia, aku mau keluuuar..” Lirihku.
“Sama aku juga. Keluarin bareng Boy.”

Tiba - tiba tubuh Mia kembali mengejang dan. ”Ooouuhh.. Aghh.. Enaak..” Erang Mia ternyata orgasme keduanya telah sampai.

Kini giliranku. Sambil terus ku goyangkan kontolku terasa mulai berdenyut - denyut kontolku.
“Keluarin dimana Mia” tanyaku lirih. ”Diluar Boy!” Jawab Mia.

Dan seketika terasa ada yang mengalir menuju lubang kontolku, buru - buru kukeluarkan dari dalam vagina Mia dan Croott..Crooott.. Air maniku keluar menumpahi perut Mia dan sebagian mengenai selimut.

“Oouh.. Mantap, enak banget Mia..” Ujarku penuh kenikmatan. Terasa kontolku masih berdenyut pelan dan basah karena tersiram muncratan cairan orgasme didalam vagina Mia tadi. Diam, lemas, dan tanpa suara yang terjadi sekitar 5 menit.

Kemudian aku ambil tissu dari kantong jaketku untuk mengelap air maniku yang membasahi perut Mia. Bayangkan kita bermandi keringat diantara dinginnya udara AC didalam bus!! Mia bergegas duduk dan membetulkan pakaian dan celananya, begitu juga aku!! Kita kembali duduk dan berdekapan, lalu tak terasa tertidur pulas karna kecapean.

Jam 5 pagi bus kembali istirahat dan berhenti di restaurant didaerah jawa timur. Seluruh penumpang turun, begitu juga aku dan Mia. Kita langsung sarapan pagi dan minum kopi panas untuk menghangatkan tubuh kita. Hehehe, baru kita merasakan dinginnya udara pagi di kota Tuban yang letaknya dipinggr pantai tersebut padahal tadi malam kita bermandikan keringat hanyut dalam kenikmatan.

Lumayan pegal - pegal juga ni badan rasanya. Mungkin karna posisi waktu ngentot tadi malam kurang nyaman jadinya rontok juga rasanya badan ini. Mia bergegas ke toilet untuk memakai celana dalam. Kemudian kembali bus berangkat menyelesaikan sisa perjalanannya.

Disisa perjalanan kami habiskan untuk bercanda dan bercerita. Terkadang diselingi gerakan nakal dari tangan Mia yang menggoda kontolku. 3 setengah jam kemudian, bus hampir tiba di Kota Malang. Aku sempatkan untuk bertukar nomor hape.

Bus akhirnya sampai diterminal kota Malang, tampak sepupu Mia sudah menanti untuk menjemputnya. Kita turun dan saling berpisah, karna aku kembali melanjutkn perjalanan kerumah budeku.

Cerita Dewasa Ayam Kampus Haus Seks

Cerita Dewasa Ayam Kampus Haus Seks Hallo para pascol semua, salam untuk kalian semua semoga semuanya di berikan berkah dan sehat selal...