Selasa, 25 Desember 2018

Cerita Dewasa Indahnya Bermalam Dengan Wanita Pemijat

Cerita Dewasa Indahnya Bermalam Dengan Wanita Pemijat

Hallo guyss, pengalaman cerita dewasa ini berawal di mana saya mengikuti bosku untuk perjalanan ke pekalongan dengan acara bosku ingin membuka usaha atau bisnis baru, binis yang ingin di jalani bosku ialah bisnis batik pekalongan. Yang dimana bosku mendapatkan informasi bahwa batik asal dari pekalongan sangatlah tinggi kualitasnya dan untuk harganya sendiri terjangkau mahal. Makanya bos saya rela jauh-jauh dari jakarta pergi pekalongan untuk menetap disana beberapa hari untuk mencari pembuat batik yang bisa diajak bekerjasama oleh bosku. Awalnya saya ikut dengan dia bertugas untuk mengawal atau menjadi supirnya kemanapun dia bepergian. Akan tetapi ketika sampai disana malah saya di suruh balik sendirian ke jakarta mengendarai mobil kantor karena bosku telah memiliki keluarga yang menemaninya disana.

Dalam perjalananku pulang dari pekalongan ke jakarta di temani cuaca yang semakin gelap. Dengan terpaksa mnyetir sendirian karena bosku yang menyuruhku kembali duluan ke jakarta untuk melanjutkan aktivitasku yang biasanya di jakarta. Di dalam perjalanan rasa capek dan ngantuk menghampiriku sehingga membuat aku tidak bisa konsentrasi ketika membawa mobil pulang ke jakarta. 



Indahnya Wanita Pijat Plus-plus Di Pekalongan 



Saya melirik jam, hmmmm masih saja jam 9 malam serta saya baru sampai Indramayu. Wah, sampai Jakarta jam berapakah nih, pikirku. Mataku juga tidak berteman, seperti diberi lem. Dengan keadaan semacam ini kupikir akan tidak mungkin meneruskan perjalanan sampai Jakarta, sebab justru akan beresiko. Kuputuskan mesti mencari tempat istirahat. Lantas laju mobil juga mulai kupelankan, serta mataku mulai menyapu ke tepian jalan mungkin ada tempat istirahat atau rumah makan yang nyaman. 

Lalu mataku tertuju pada suatu rumah berdinding warna hijau toska dengan halaman yang cukup luas serta tertutupi oleh rumput Jepang. Hmm, kelihatannya tempatnya enak, ada tempat parkir mobilnya kembali. Saya juga selekasnya membelokkan mobil serta kuparkir pas di muka rumah itu. 

Di terasnya kulihat tengah duduk 4 orang wanita dengan baju yang cukuplah sexy. Saya belum juga berfikir yang aneh-aneh saat itu. Yang penting bagiku sekarang ini ialah beristirahat serta melepas capek sesudah meniti perjalanan yang cukuplah jauh. 

Waktu saya berjalan mengarah teras, salah seseorang dari mereka menghampiriku dengan style yang centil serta manja, 
“Cari apakah, mas’?” 

Mataku yang sejak dari barusan cukup sudah mengantuk langsung saja langsung melebar kembali. Wanita itu kurang lebih berumur 35 tahunan kenakan kaus ketat berbelahan dada rendah warna merah yang kelihatannya menyengaja untuk menonjolkan asset kepunyaannya itu, dipadukan dengan bawahan rok jeans pendek. Selintas kulihat 2 benjolan disana seperti terjepit ingin meronta keluar, dengan belahan yang masih tetap indah di tengahnya. Kulitnya kuning langsat walau otot dibagian lengan telah mulai dikit mengendur. 

Mandapati panorama semacam itu, saya jadi tergagap-gagap. 
“Emm.. anu… mmmm, ingin mencari makan. Laper nih dari siang tadi belom makan. Sama ingin istirahat dahulu, pegel dari barusan nyetir selalu.” 
“Ayuk atuh,mas’. Masuk dahulu, di dalam masih tetap ada makanan kok. Enjoy dahulu saja mas’. Jika pegel-pegel, kita dapat juga mijitin kok.” tangannya langsung menggandengku serta tempelkan payudaranya ke lenganku sambil tersenyum nakal. 

Ah, kurasakan suatu yang kenyal menjepit lenganku. Saya jadi menebak berapakah ukuran bra nya. Bah, konyol sekali ngapain ikut nebak-nebak, pikirku. Nikmati saja kondisi ini. 

Seperti kerbau dicucuk hidungnya saya menurut. Waktu berjalan ke, mataku masih tetap sudah sempat melirik 3 orang kembali yang tengah duduk di teras. 

Gadis pertama berkulit sawo masak, tubuhnya langsing berusia seputar 20 an tahun, menggunakan kaus you can see berwarna putih serta di luarnya menggunakan baju bermotif kotak-kotak dengan kancing sisi atas dilewatkan terbuka. Ia menggunakan celana jeans pendek yang telah belel, alias banyak lubangnya. Mukanya sich biasa saja, tetapi kupikir senyumnya manis juga. 

Gadis yang kedua bertubuh cukup chubby, rambutnya ia gelung ke atas menonjolkan nuansa tengkuknya yang putih itu. Menggunakan pakaian terusan bermotif batik dengan mode babby doll. Kelihatannya umurnya seputar 28-30 tahun. Ia juga melemparkan senyuman kepadaku. 

Gadis yang ketiga, tubuhnya tidaklah terlalu gemuk akan tetapi padat berisi, menggunakan kaus tank top warna pink serta rok pendek bermotif bunga. Rambutnya sepunggung mode shaggy dibiarkannya tergerai. Sudah sempat kulirik, ada benjolan kecil di dadanya, wah kelihatannya ia tidak menggunakan BH. Tubuhnya putih mulus tiada cela, dengan benjolan yang hampir prima, seimbang dengan tubuhnya yang sintal itu. Mukanya manis tipikal orang Sunda. Bibirnya yang tipis juga mengobral senyuman kepadaku. 

Sampai di saya juga pilih menu ayam goreng dengan sambal serta lalapan. Saya makan dengan lahapnya, sebab perutku sudah kelaparan semenjak siang tadi. Tuntas makan saya juga minum satu gelas teh hangat yang telah kupesan awal mulanya. 

Pada akhirnya dapat terbayar ikut perasaan lapar yang telah melilitku semenjak siang tadi. Saat saya tengah nikmati kegiatan santaiku, si tante menawariku suatu, “Si mas’ lelah? Kita ikut sedia layanan pijit loh. Tinggal pilih saja sama siapa. Tuch, teteh miliki 3 anak buah yg siap melayani. mas’ tinggal pilih saja.” tuturnya dengan suara manja. 

What? Seumur-umur saya tidak pernah dipijit terpenting oleh wanita yang belumlah saya kenal. Tetapi baik, apakah kelirunya coba, demikian pikirku. 
“Mmmm memang berapakah tarifnya? Mahal gak?” 
“Ah, si mas’ bisa saja. Tenang mas’, yang terpenting mah mas senang. Ini pula mumpung lagi promo.” jawab si teteh genit. 
“Promo? Kaya swalayan saja, pakai promo semua. Ya sudah, saya pilih satu ya. Bebas nih milihnya?” 
“Iya pilih saja tuch yang di luar. Jika yang kurus namanya helen, jika yang cukup gemuk namanya risma, nah jika yang satunya kembali namanya susan, tetapi ia masih baru serta belumlah demikian pengalaman.” tuturnya sekalian senyum-senyum nakal. 

Hmm, dari pertama saya telah demikian tertarik dengan gadis yang bernama susan ini, ia mempunyai bentuk badan yang cocok, dan payudara yang aduhai. Usianya yang masih tetap belia makin mambuat ingin tahu orang yang memandangnya. Saya tidak sabar untuk rasakan pijitannya, ah tentu nyaman sekali saat tangan mungil nan halus itu memijit tubuhku.

“Kalo begitu saya pilih si susan saja, Teh.” jawabku mantab. 

Si teteh juga selekasnya memberikan kode pada susan. Serta tak perlu menanti lama susan sudah menggamit lenganku serta mengajakku ke salah satunya kamar yang ada. 

Kamar itu tidaklah terlalu besar dengan penerangan satu lampu kecil yang memberi sensasi remang-remang. Di tengahnya terdapai dipan yang tertutup oleh kasur serta dilapis seprai. Disudut ruang ada meja serta bangku kecil yang didepannya bergantung satu kaca. Menurutku kamar ini cukuplah bersih serta nyaman. Saat masuk ke dalamnya saya diterima oleh wangi aroma yang saya ikut tidak paham tentu apakah itu. Tetapi aroma itu sudah membuatku santai serta nyaman. 

Saat saya masih tetap termangu lihat kondisi seputar, nada susan yang lembut mengejutkanku. 
“Ayo atuh mas’, jadi pijit gak? Kok justru bengong di pintu saja?” 
“Eh, iya ya… Oke… Oke…” saya juga selekasnya ambil tempat dalam tempat tidur. 
“Bajunya di buka dahulu atuh mas’. Waktu pijit masih tetap pakai pakaian demikian.” kata susan dengan manja. 

Ya, tentunya. Begitu bodohnya saya, apakah yang akan dipijit bila saya masih tetap kenakan bajuku? Selekasnya saja kulepas baju serta kaos dalamku, lalu dengan tekun tiada butuh diminta Santi ambil lantas menggantungkannya dibalik pintu yang sudah dia tutup awal mulanya. 
“Punten mas’, celana panjangnya dilepaskan ikut atuh. Kelak susan sulit mijitnya jika masih tetap pakai celana demikian.” 

Wow, saya kaget. Permasalahannya saya cuma memakai boxer dibalik celana panjangku. Masih tetap ada dikit perasaan risih untuk cuma kenakan boxer di muka gadis manis yang belumlah saya kenal ini. Akan tetapi waktu saya memandang muka manis nan sensual dan melirik dikit ke bawah lehernya dimana bergantung dua buah gundukan padat dan berisi itu, akal sehatku terkalahkan. Pada akhirnya kulepas ikut celana panjangku dengan dibantu olehnya. 

Ia juga mulai memijit mudah mulai dari bawah kakiku. Ia mengendurkan otot-otot kakiku yag telah pegal sebab mencapai pedal sepanjang hari. Dari kaki, ia berubah ke leher lalu turun ke arah punggung. Tanganku juga tidak lupa dia relaksasi. 

“Wah, si mas ototnya pada kaku semua ya? Tentu pegel-pegel semua ya mas?” tanyanya lembut. 
“Iya nih, habis nyetir sepanjang hari. Jadinya pada kaku semua.” 
“Tenang saja mas, berikan sama susan tentu semua akan beres.” jawabnya merayu. 

Ia lantas tuangkan dikit lotion di tangannya lantas ia oleskan ke punggung serta mulai mengurutnya. Ah, nyaman sekali rasa-rasanya saat tangan mungil nan halus itu mulai menyapu punggungku dari atas sampai hampir pada bokongku. Capek yang dari barusan pagi kurasakan seakan perlahan mulai pupus. 

Tuntas dengan punggung, ia teruskan dengan kakiku. Ia mulai mengurut otot kaki sisi bawah. Dari telapak kaki ia mulai berjalan ke atas ke arah paha. Saat mengurut pada pangkal pahaku, entahlah menyengaja ataukah tidak kadang-kadang ia menyentuh kedua bolaku. Saya juga dikit terperanjat, akan tetapi kelihatannya ia menanggapinya dengan biasa. 

“mas’, mari coba balik tubuh, saya ingin mengurut leher serta sisi depan mas.” ia memintaku penuh kelembutan. 

Saya juga selekasnya menurutinya, kubalik badanku hingga saat ini dalam tempat berbaring. Ia mulai mengusapi badanku dengan lotion. Waktu itu baru kusadari jika ia begitu manis, dengan payudara yang bergoyang-goyang waktu ia menyeka badanku dengan lotion. 

Tidak diduga tiada disangka ia duduk di atas perutku, serta mulai mengurut leherku. Bagiku berat tubuhnya bukan permasalahan, akan tetapi sensasi yang kurasakan itu cukup meresahkanku, mengingat saya tidak pernah lakukan perihal ini dengan wanita lainnya. Tetapi saya cuma diam saja serta nikmati keadaaan ini. Mataku tidak terlepas dari dua buah bukit kembar yang sejak dari barusan bergoyang-goyang melawan, serta nampaknya ia mulai mengerti jika saya memperhatikannya. 

Bukannya risih akan tetapi ia justru ambil tanganku, mengurutnya, sekalian tempelkan punggung tanganku ke dadanya. Wow, kurasakan suatu yang masih tetap kenyal serta kencang disana, serta hal tersebut menyebabkan hormon testosteronku melejit. Rudalku yang dari barusan telah setengah menegang jadi full erection. Tuntas mengurut tangan kananku, ia juga meneruskan dengan tangan kiriku serta masih tetap lewat cara yang sama.

Tiada sadar tangan kananku mulai memegang-megang sekalian dikit meremas payudara yang masih tetap padat itu. 
“Ih, mass’ nakal deh. Mengapa atuh mas? Senang ya?” jawabnya nakal. 
“Aku gemes sekali ngeliatnya. Masih tetap bagus sekali ya? Bisa lihat gak? Saya ingin tahu nih.” entahlah setan manakah yang merasukiku sampai saya berani berkata demikian. 

Kelihatannya urat maluku telah putus. Tiada kuduga, ia juga selekasnya melepas tank top-nya, hingga kesempatan ini kulihat dengan jelas dua bukit kembar itu tergantung dekat sekali dengan wajahku. Tanganku juga selekasnya menangkapnya, bermain-main, dan memilin-milin lembut puting yang masih tetap termasuk kecil itu. Perlahan-lahan akan tetapi tentu puting kecil yang berwarna coklat kehitaman itu juga mengeras, serta payudara yang masih tetap ranum itu mulai mengencang. 

Susan mulai resah, mukanya mulai memerah. Tanpanya sadari, ia makin berubah mengarah bawah dari tubuhku. Ia terperanjat saat pantatnya menyenggol suatu yang telah mengeras dari barusan. Lantas kurengkuh ia ke pelukanku, kudaratkan ciuman di bibirnya yang lembut itu. Lidahku mulai menyapu bibirnya serta memaksa masuk ke mulutnya. Di mulutnya telah menanti lidahnya yang rupanya telah siap bertanding dengan lidahku. Kami juga sama-sama memagut keduanya. Tanganku selalu bergerilya serta mulai turunkan rok pendeknya sampai sekarang ia cuma kenakan celana dalam saja. 

Dari mulut saya berjalan ke arah lehernya yang tahap, lidahku berjalan dengan liarnya menelusuri kulitnya yang putih itu. Sampai di ke-2 payudaranya, saya lebih gemas dibuatnya, kuciumi mereka bergantian keduanya. Lantas puting kecil yang telah mengeras itu juga terbenam di mulutku. Lidahku tidak henti-hentinya mempermainkan mereka. Kulihat susan mulai tidak dapat mengatur dianya, ia menengadah sekalian pejamkan matanya, sesaat pinggulnya bergerak-gerak menggesek kemaluanku. 

Kami juga selekasnya bertukar tempat, ia kubaringkan di kasur serta selekasnya saja kulepas celana dalamnya yang telah mulai basah itu. Hmm, ada aroma ciri khas yang tidak pernah kucium sampai kini. Susan juga buka ke-2 pahanya, serta tampaklah satu belahan merah dengan bibir yang masih tetap cukuplah rapat berkilauan sebab dihiasi oleh cairan pelumas. Rambut kemaluannya yang baru mulai berkembang sesudah dicukur itu makin membuat gairahku bergelora. 

Perlahan-lahan kujilati di luar ke, sekalian kadang-kadang memberi gigitan kecil di luarnya. Karena ulahku itu kadang ia dikit mengeluh akan tetapi ketahan. Kusibakkan bibir itu dengan lidahku serta kurasakan ada benjolan kecil di atasnya. Kuhisap dalam-dalam serta kumainkan dengan lidahku, sesaat jariku mulai menyelusup ke sela yang telah basah serta hangat. Jariku mulai bebas berjalan keluar masuk sebab liang itu telah licin oleh cairan pelumas. Saat jariku makin cepat serta lidahku makin liar, susan juga mulai menegang serta resah. Hingga kemudian ia menjerit dengan dikit ketahan, 

“Akhhhhhh… A’… Ayuk terus… susan sesaat kembali sampai… Ahhhh…” 
Dengar permintaannya, saya juga makin menggila, dan ia menggelinjang. Tangannya menarik rambutku, sesaat pahanya menjepit kepalaku, serta kurasakan denyut-denyut di jariku yang berada di dalam sana. Kesempatan ini teriakannya tidak ketahan, 

”Aaaakkkhhhh…. Ouuuuch….. Hufffhh… mass nakal……” 
Kurasakan seperti cairan bening serta hangat mengalir ditanganku yang datang dari jariku yang berada di dalam sana. Badan susan mulai melemas dengan nafas yang terengah-engah. Kusodorkan jari-jemariku yang masih tetap basah ke mulutnya. Dengan langsung ia juga menjilati jariku. Perihal ini membuat kemaluanku makin keras saja. Saya juga selekasnya melepas celana boxerku, serta menyodorkan batangku yang telah demikian keras ke mulutnya. 

Susan juga responsif serta selekasnya mengulum kemaluanku. Mulutnya yang mungil itu tampak penuh oleh batangku yang memang termasuk diatas rata-rata. Awalnya saya kasihan memandangnya, akan tetapi kelihatannya ia justru menikmatinya serta hal tersebut mulai menghidupkan kembali keinginan birahinya. Dengan automatis saya juga menggoyangkan pinggulku sesuaikan dengan irama yang dia bikin. Betul-betul mengagumkan sensasi yang kurasakan, membuatku seperti melayang-layang. Kata si Teteh ia belumlah memiliki pengalaman, tetapi telah semacam ini laganya. 
“mas’, mari buruan masukin, susan sudah gak tahan kembali nih.” tuturnya memelas. 

Lantas kucabut penisku dari mulutnya serta perlahan-lahan kugesekkan ke permukaan bibirnya yang sudah basah dari barusan. Ia dikit mengejang saat permukaan bibir licin nan peka itu berjumpa dengan kepala penisku. Pada akhirnya sesudah kurasa cukuplah licin, kumasukkan kemaluanku ke liangnya dengan perlahan-lahan. Awalannya ia melenguh, akan tetapi sesudah seringkali kugerakkan nampaknya ia telah bisa mulai sesuaikan. Rasa-rasanya mengagumkan saat penisku ada di dianya, masih tetap demikian ketat serta menggigit. Denyut-denyut pada dinding vaginanya begitu dapat kurasakan.

Gerakanku makin lama makin cepat, serta susan juga makin resah kembali. Ia mulai meremas pinggulku serta menarik-narik rambutku. Tubuhnya menegang serta menggelinjang satu kali lagi. Denyut-denyut di sana makin kuat berasa serta tidak diduga gerakanku sangat terasa licin. Kulihat sangat banyak cairan bening yang melumuri batangku. Badan susan kembali melemas serta lunglai. Saya juga mulai kurangi kecepatan gerakanku. Kucium keningnya, bibirnya, lehernya, serta kulumat habis ke-2 putingnya. 

“mass, saat ini gantian dong santi yang diatas.” ia minta. 
Rupanya ia telah mulai terangsang kembali oleh cumbuanku. 
“Oke, siapa takut?” jawabku sekalian nyengir. 

Kami juga selekasnya bertukar tempat, kali inilah ada di atasku. Ia juga mulai ambil tempat berjongkok diatas perutku. Dengan perlahan-lahan batangku telah masuk di dalamnya. Susan mulai berjalan turun naik, serta kadang-kadang menjepit batangku di dalamnya. Pergerakan itu membuatku makin hilang ingatan. Sensasi yang dibuat benar-benar mengagumkan. 

Gerakannya makin lama makin cepat serta membuat dorongan dari dalam diriku mulai muncul ke permukaan. Susan juga seperti tengah trance, kadang ia meremas payudaranya sendiri, bahkan juga menarik-narik serta memilin putingnya. Teriakannya kesempatan ini lebih ramai kembali, 
“Ahh..ahh..ahh… Aduh enak sekali, mass. Miliki mass gede sekali, nikmat sekali berada di dalam. Owh… susan ingin keluar lagi….Ufhhh…” 

Tubuhnya menegang serta menggelinjang kembali untuk yang ke-3 kalinya. Sesudah itu ia juga ambruk diatas dadaku dengan nafas yang terengah-engah. Keinginan birahiku yang telah makin tinggi serta akan selekasnya meledak seakan memberi kemampuan yang mengagumkan. Selekasnya kubaringkan susan, serta kesempatan ini langsung ku goyang dengan sekuat tenaga. Ia cuma dapat pasrah sekalian selalu mendesah, 

“Ahh..ahh..ahh… Mari mas keluarin di dalam aja… susan sudah gak tahan…” 

Pada akhirnya dorongan itu keluar dibarengi dengan semburan lava putih kental di vaginanya. Semua ototku seperti berkelojotan melepas semua keinginan itu. Cairan putih itu mengalir melalui sela merah yang merekah itu serta beberapa jatuh ke kasur. perkiraan togel click di tempat ini 

Saya juga selekasnya ambil tempat disisinya, kupeluk erat dianya. Susan juga seakan tidak ingin saya tinggalkan, ia memelukku erat-erat. Kami juga berciuman dengan lembut di bibir. Serta kami mulai terlelap sesudah capek oleh pertarungan yang kuras tenaga itu. Dan keesokan paginya saya membayar semua biaya dan tidak lupa susan memberikan saya nomor telepon yang bisa untuk saya hubungi nantinya ketika tiba di jakarta. Dengan bergegas saya menuju kemobil dan kembali ke jakarta pada pagi hari itu juga.

Cerita Dewasa Ayam Kampus Haus Seks

Cerita Dewasa Ayam Kampus Haus Seks Hallo para pascol semua, salam untuk kalian semua semoga semuanya di berikan berkah dan sehat selal...