![]() |
| Cerita Dewasa Ayam Kampus Haus Seks |
Hallo para pascol semua, salam untuk kalian semua semoga semuanya di berikan berkah dan sehat selalu ya. Kali ini ada kiriman cerita dari seorang perempuan yang identitasnya saya samarkan ya guyss.. Ceritanya ini telah saya baca dan sangat mengairahkan apalagi untuk kalian para pascol, pasti langsung crott baca cerita ini dan ditambah membayangkan keadaan ini ya pascol.
Cerita ini menceritakan wanita itu tersebut sendiri yang dimana dirinya memiliki suatu kejanggalan dalam suatu hubungan. Suatu kejanggalan itu ialah dirinya yang snagat hyper seks sekali, tingkahnya itu membuat para lelaki yang suka padanya pada takut akan akhirnya karena mereka tidak dapat menandingi dirinya ketika bermain di ranjang. Kita mulai saja ceritanya ya guyss ..
Ayam Kampus Haus Seks
Narasi ini berlangsung beberapa waktu lalu, Semua berawal saat penerimaan mahasiswa baru di kampusku, O iya, saya ialah salah satunya mahasiswa di salah satunya perguruan tinggi terkenal di kotaku. Waktu itu, maklumlah namanya pun senior, jadi semua mahasiswa baru baik itu mahasiswa baru cowok ataupun cewek tunduk atas semua perintahku.
Di hari ke-2 tujuan pengenalan universitas, saya berteman dengan seseorang mahasiswa baru yang bernama Reny serta berasal di luar pulau. Anaknya imut-imut, manis serta lucu, membuatku begitu tertarik padanya. Beberapa langkah juga kucoba untuk lakukan pendekatan, hingga sukses membuatnya pacar.
Singkat kata, sesudah dua bulan pacaran saya ajak ia berjalan-jalan ke rumahku yang kebetulan kembali kosong. Setelah tiba di dalam rumah, kami menceritakan sesaat, dari mulai beberapa hal yang bau universitas sampai menyentuh permasalahan sex. Nyatanya dia melayaniku dengan semangat, sampai pikiranku juga melayang-layang ke beberapa hal yang tidak-tidak. Saya berupaya memancingnya selalu dengan meningkatkan bumbu-bumbu narasi, serta ia juga terangsang. Perlahan kudekatkan tubuhku kepadanya dengan berhati-hati, takut siapa tahu ia menampik. Di luar pendapat, ia tidak menghindar, jadi kucoba lebih jauh kembali lewat cara menciumnya. Nyatanya ia membalas kecupanku dengan penuh nafsu. Saya jadi lebih berani kembali.
Saya berupaya untuk buka pakaian serta celana panjang yang dia gunakan. Ohh begitu indahnya bentuk tubuhnya saat kulihat cuma memakai penutup buah dada serta celana dalam putihnya. Saya juga tidak tahan kembali, sekalian mengulum bibirnya yang basah, saya juga buka semua pakaianku. Ia terperanjat serta kagum saat lihat batang kemaluanku yang besar sudah tegang.
Ia buka penutup dada serta celana dalamnya serta menggenggam batang kemaluanku sekalian berkata, “Kak, besar sekali punyamu, saya kok ingin mencobanya..!”
Sekalian meredam nafsu, saya membaringkan Reny ke lantai.
Awalannya kami cuma bergulat dengan sama-sama berpelukan saja, tapi kemauan untuk lakukan yang lebih dari itu juga tidak bisa kami bendung kembali. Sampai pikiran sehat serta perasaan ingin memeperlakukan Reny semestinya wanita yang baik juga pupus waktu itu. Kami waktu itu telah dilingkupi oleh kemauan birahi yang tinggi sekali.
“Ren.., saya ingin mencium milikmu, bisa kan..?” tanyaku merayunya.
“Oh.., Kak.. Kerjakan saja, saya tidak tahan kembali..!” jawabnya sekalian tangannya coba menggenggam batang kemaluanku yang telah berdiri tegak itu.
Kami sama-sama lakukan oral sex dengan tempat 69. Pekerjaan kami yang satu itu berjalan sampai 10 menit, serta kami juga berhenti bertepatan sebab rupanya saling inginkan perihal yang lebih kembali.
Sesudah itu saya mulai masukkan batang kemaluanku ke liang keperawanannya dengan perlahan. Ia meringis meredam sakit yang teramat begitu, tetapi tidak berupaya untuk menolakku. Saya juga makin bertambah semangat untuk mengocok liang keperawanannya secara cepat sekalian menggoyangkan pinggulku.
Sesudah 15 menit kami bermain cinta, saya mengajaknya terbang ke alam nikmat.
Saya mendengarnya mendesis, “Ssshh.. ahh.. Kak.., sangat nikmat.., teruuss.. Kaak.. kelihatannya ada yang ingin keluaarr..”
Saya berfikir jika ia telah sampai orgasme yang pertama, selalu saja saya mengocoknya serta tidak diduga, “Kakk.. saya keluar..!” serta memuncratlah cairan kental berwarna putih kemerah-merahan, sinyal jika keperawanannya sudah kutembus.
Sampai 4x ia alami orgasme. Ia kulihat alami lemas lunglai, sedang saya sendiri belumlah. Makin lama daya tahanku mulai menyusut juga. Sekalian meredam rintihan kenikamatan, saya terasa spermaku telah waktunya dikeluarkan. Saya juga keluarkan batang kemaluanku dari dalam liang kewanitaannya sekalian mengeluh.
“Aaahh.. Reny.. kamu benar-benar hebat sayang..!” serta cairan putih kental dari dalam batang kemaluanku tertumpah di mukanya.
Ia lalu menjilati batang kemaluanku yang besar itu sekalian tersenyum senang.
Sesudah bersih dari cairan sperma serta cairan kewanitaannya, saya juga mengecup bibirnya dengan hangat. Kami kembali lakukan percintaan sekalian berpelukan dibawah lantai. Tidak berasa kami juga tertidur nyenyak.
Sesudah terjaga, saya lihat Reny masih tetap tertidur nyenyak di lantai. Saya duduk sesaat di sofa. Tidak diduga saya ingat pengalaman waktu lantas waktu saya berusia 15 tahun. Saya memiliki seseorang tante yang bernama persis dengan nama pacarku ini. Ya, nama tanteku pun Reny. Saat itu saya serta tante tinggal serumah, sebab bapak serta ibuku kembali keluar kota untuk mengatur pernikahanpamanku.
Sebab takut tidur sendiri, jadi tanteku meminta tolong supaya saya menemaninya di kamarnya, kebetulan di kamar tanteku ada dua buah tempat tidur yang letaknya bersampingan. Malam itu entahlah sebab kecapekan, saya serta tanteku lupa menempatkan anti nyamuk elektrik, serta dapat ditebak semua badanku diserang nyamuk yang memang tidak paham diri.
Larut malam saya terjaga sebab tidak tahan akan serangan nyamuk yang tidak paham diri itu. Saya kembali mengarah tanteku serta lihat ia tertidur nyenyak sekali. Sebab kamar itu cuma diterangi lampu pijar 10 watt, jadi samar-samar saya bisa lihat badan molek tanteku yang terbaring merangsang. O ya, meskipun telah berusia 26 tahun, tanteku memiliki muka yang masih tetap begitu muda serta cantik. Entahlah sebab nafsu, saya membulatkan tekad mendekati tanteku. Kulihat daster yang dipakainya tersibak dibagian selangkangannya.
Saya coba melihat serta lihat gundukan kecil dari balik celana dalamnya. Ah, begitu saya ingin lihat yang berada di balik celana dalam itu.
Tidak diduga tanteku terjaga, “Hei.., apakah yang kamu kerjakan. .?”
Sebab terperanjat, saya juga menjawab sembarangan, “Tadi saya lihat tikus tante..”
Tante Reny menjerit sekalian memelukku, “Ahh.., di mana tikusnya..?”
Sekalian terbata-bata sebab grogi, saya menjawab jika tikusnya telah lari. Saya juga kembali pada tempat tidur serta pada akhirnya tertidur nyenyak sampai pagi hari.
Esok harinya, waktu sarapan saya lihat tanteku tersenyum-senyum sendiri, tetapi saya takut untukmenanyakannya. Saya terasa, jika tanteku itu kelihatannya tahu kelakuanku semalam, tetapi sebab memang saya masih tetap terasa tidak enak dengan tanteku, jadi saya juga diam saja.
Malam harinya saya menyengaja tidak tidur supaya bisa ambil peluang seperti malam awal mulanya. Serta waktu itu juga datang. Pas larut malam, waktu kulihat tanteku tertidur nyenyak, saya mengendap ke tempat tidurnya serta coba melihat. Astaga, yang kulihat bukan kembali celana dalam putih yang biasa dipakainya, tetapi gundukan kecil yang ditumbuhi bulu-bulu halus. Sekalian memikirkan yang tidak-tidak, saya tidak mengerti jika celanaku telah turun turun. Ya, tanteku nyatanya tidak tidur.
“Masih belumlah tidur, De..?” tanyanya.
Saya juga sadar sebab tenyata tante Reny menggenggam batang kemaluanku serta berkata, “Wah.., telah besar yaa..?”
“Ihh.., geli tante..!” jawabku coba hindari pegangan tangannya di kemaluanku.
Bukan sekedar itu saja, sebab lalu tanteku bagun dari tempat tidurnya serta langsung mengulum kemaluanku yang telah jelas berdiri dengan tegaknya. Ia mengulum, sampai saya meringis meredam perasaan nikmat serta dikit kesakitan, sebab memang tanteku sangat bernafsu mengulum kemaluaku, sampai sudah sempat giginya menyentuh batang rudalku. Tante Reny lalu buka semua bajunya serta menyuruhku untuk naik ke atas. Ia membimbingku untuk menindihnya.
“De.., mari naik..! Tante tahu kok kamu pun ingin kan..?” tuturnya manis coba membujukku.
Saya juga naik serta tanteku menuntun batang kemaluanku yang waktu itu belum juga sangat besar masuk ke liang kewanitaannya sekalian mengeluh.
“Ayo.. De.., kamu tentu dapat. Janganlah diam demikian dong..! Gerakkan maju mundur. Ayoo, yahh.. demikian.., ahh enak De..!” tuturnya kesetanan.
Betul-betul saya coba mengerahkan semua kemampuan serta ketrampilan yang kudapat dari seringkali melihat film porno untuk menerapkannya pada tindakan kami itu.
“Terus De.., selalu.., tante terasa enak..!” tuturnya memberikan pujian pada goyangan tubuhku serta rudalku yang coba memuaskan gairah kesenangan tanteku.
Saya juga terasa keenakan serta pada akhirnya, “Crutt.. crutt.. crutt..!” air maniku juga keluar.
“Wah.., belumlah apa-apa telah keluar. Tetapi tidak apa-apa.., lumrah kok buat pemula..”
“O ya.. tante.., wajarnya berapakah lama baru air mani keluar..?” tanyaku tiada malu-malu kembali.
“Satu jam..” tuturnya sekalian tersenyum simpul.
Kami selalu saja lakukan hal tersebut dalam beberapa jenis style. Saya tentunya menikmatinya, karenanya adalah pengalaman sex pertamaku.
Sesudah malam itu, kami seringkali lakukan hubungan seksual sampai daya tahanku benar-benar teruji. Kami lakukan salah satunya di kamar mandi, sofa serta tentunya kamar tanteku. Memang masa-masa bersama dengan tanteku dahulu, adalah masa lalu yang indah untuk kehidupan seksku.
Saya selalu saja melamun sampai kudengar nada Reny menegurku, ” Kak.., antar saya pulang..!” tuturnya sekalian merangkul diriku.
“Eh, Reny.., kamu telah bangun..?” tanyaku terbata-bata sebab kaget.
“Kak.., lain waktu kita membuat kembali yaa..?” pintanya manja.
“Iyalah.., kelak. Enakkan..?” tanyaku kembali.
“Iya.. Kakak hebat mainnya, Reny sampai ketagihan..!” tuturnya sekalian merangkul tubuhku dengan erat dan mencium pipi kananku.
“Iya dong.., siapa dahulu..!” balasku pun sekalian mencium keningnya.
Cuma sesaat sesudah percumbuan kami yang indah itu, kami kenakan pakaian kembali serta bersihkan ruang itu yang sudah sempat cukup amburadul. Lalu saya juga mengantarkan Reny pulang serta tersenyum senang.







