Calon Mama Mertua Ku yang Masih Sexy dan Hot, Sangat Menggugah Nafsu ku
Pada hari sabtu malam minnggu aku disuruh datang kerumah pacarku atau bisa dibulang calon istri saya, karena kami sudah menjalankan tunangan tinggal melakukan acara pernikahan nya saja. Pada hari tersebut calon mama mertua aku ingin memasak makanan yang enak untuk saya. Sesampainya dirumah calon tunanganku, aku disambut hangat oleh calon tunangan dan calon mama mertua ku yang sexy dan hot. Btw calon papa mertua aku sudah meninggal dan dirumah itu hanya ada calon tunanganku dan mamanya.
Awalnya ku berpikir sampai dirumah tunanganku tinggal lansgung makan dan setelah itu kami akan pergi jalan keluar. Rupanya mereka baru saja akan memasak dan tugas aku adalah membuat minuman saja. Tapi sambil membuat minum itu aku memperhatikan lekuk tubuh dari calon mertua yang begitu sexy, dia menggugah gairah ku dengan bokong nya besar. Saat aku sedang melihatnya, calon mertua ku tiba-tiba berbalik melihat ku juga dan aku pun langsung gugup saat dia menoleh ke arah ku. Aku gugup karena takut ketahuan oleh calon istriku nantinya. Setelah itu kami tetap lanjut masak memasaknya dan tidak lama kemudian calon istriku izin mau mandi karena merasa gerah. Pergilah istriku mandi ke kamarnya yang berada di lantai 2.
Setelah itu calon mertua ku mendatangi ku secara tiba-tiba dan sambil mengelus mr Penis ku dengan sangat halus dan sambil mengatakan ' aku dari tadi tau kalau kamu memperhatikanku dengan muka sange mu itu'. Setelah itu dia berkata dan menyuruh ku untuk berbalik badan sambil menatap muka nya, tapi aku segan dan akhirnya aku menunduk sambil melihat belahan toket nya yang sebenarnya ukurannya itu tidak teralu besar tapi toketnya aku suka bentuknya yang masih kencang layaknya seperti anak muda. Dia calon mertua ku pun berkata lagi " Tunggu apa lagi? Mumpung calon istri mu masih mandi di atas dan biasanya dia mandi lama hampir 1 jam juga" saat dia berkata seperti itu aku bingung harus ngapain. Calon mertua ku pun berkata lagi " Buruan !! keburu calon istri mu turun dan tante juga sudah lama tidak ngehe semenjak om meninggal'.
Dengan sigap dan rasa sange yang besar, aku pun langsung menarik tangan calon mertuaku ke ruangan tamu dan aku pun lansung menurunkan celana setelah itu lansung duduk di sofa. Saat aku membuka celana tante juga dengan rasa sange nya yang besar lansung menghisap mr P ku. Sekitar 10 menitan kami bergantian dan gantian aku yang melakukan oral seks di bagian ms V calon mertua ku. Saat aku melakukan hal tersebut dia mendesah dan sambil berkata ' kamu sangat cocok jadi calon menantuku dan mungkin kelak istrimu akan bahagia nantinya', aku tetap diam dan sambil menjilati ms V nya.
Kemudian tante langsung menarik kepalaku dan lansung mengajak aku masuk ke intinya. Calon mertua ku pun lansung menarik mr P ku dan langsung dimasukkan kedalam memek nya yang basah bekas aku jilatin. Dan dengan rasa sange juga pun aku langsung menggejot calon mertua ku sambil meremas dada nya yang masih ketat tersebut. Calon mertuaku meminta untuk berbalik, gantian aku yang duduk di sofa dan aku yang memangku calon mertua ku. Dengan sigap juga calon mertuaku melakukan goyangan yang hampir membuat ku muncrat lebih dulu, tapi aku masih tetap bisa bertahan dan aku juga sambil membantu nya menggenjot agar calon mertuaku bisa mencapai klimaks nya dengan mudah. Tidak lupa juga aku emut pentil nya yang berwarna hitam tersebut dan aku sambil mengendus bagian lehernya.
Perlahan demi perlahan aku sudah merasakan seperti ada yang basah dibagian selangkangan ku dan calon mertua ku berkata kalau dia sudah mencapai klimaksnya. Dikarenakan sudah lama calon mertuaku tidak melakukan hubungan seks, maka dia dengan sangat mudah untuk mencapai klimaksnya. Namun dia tetap masih bergairah sambil melakukan goyangannya dan ingin membantu aku mencapai klimak juga. Disaat aku ingin mencapai klimaks ku, aku memaksa calon mertua ku untuk berhenti dan aku suruh dia berlutut setelah itu aku langsung muncratkan sperma ku di dada dan mulutnya. Calon mertuaku merasa senang akan hal tersebut dan dia sudah lama tidak merasakan hal tersebut semenjak suaminya meninggal. Setelah itu calon mertuaku mengambil tisu dan langsung membersihkan sperma yang ada di tubuh dan mukanya. Dalam hati aku masih pingin lanjutt, karena goyangan calon mertuaku sangat enak. Namun calon mertuaku dia ingin stop dan lanjutkan memasak lagi, takut calon istriku turun dan merasa curiga karena masakannya belum kelar selama di tinggal mandi selama satu jam.
Akun pun menuruti kemauan calon mertua ku dan lanjut kembali mengerjakan kerjaan kami masing-masing. Sambil melakukan kerjaan kami, calon mertua ku berkata ' Yang tadi itu sangatlah luar biasa dan tante sangat menikmatinya,'. Aku pun mengatakan kalau goyangan tante juga sangatlah luar biasa dan bahkan aku saat ini masih ingin melakukannya lagi dengan tante. Kemudian calon mertuaku berkata ' Menginaplah malam ini dan kita akan melakukannya lagi sampai pagi, kamu sngat kuat'. Tidak lama kemudian calon istriku kembali kedapur, sebelumnya dia ada mendengar sedikit pembicaraan kami dan setelah itu istriku bertanya kepada mama nya ' Memang calon suamiku kuat apa ma? dia tuh sangatlah lemah dan letoy. Masa disuruh angkat belanjaan saja tidak kuat '. Dalam hati aku sudah jantungan dan berpikir kalau pembi
Masak memasak pun sudah siap, waktunya kami menyantapnya. Saat berada di meja makan aku duduk disamping calon istriku dan calon mertua ku berada tepat di depanku. Saat kami hendak makan, calon mertua ku memulai nya lagi, kaki nya lagi-lagi mengelus mr P ku dan aku pun merasa sange lagi saat dia melakun hal tersebut. Saat calon istriku hendak ke dapur lagi sebentar dan aku berkata kepada mertuaku ' Tan ntar saja, takut ketahuan nanti ' dan mertuaku membalas oke kepadaku.
Dalam waktu sektiar 30an menit kami pun akhirnya siap menyantap makanan kami, istriku pun melakukan beres-beres dan membawa piring kotor kebelakang dan mertuaku sebelumnya sudah siap duluan dari kami. Calon mertuaku mandi dan setelah itu turun lagi kebawah untuk membersih-bersihkan meja makan. Saat itu dia sudah berganti baju menggunakan piyama dan kelihatan semakin sexy. Pada saat aku melihat calon mertuaku lebih dalam lagi, ternyata dia tidak mengenakan bh dan aku pun berpikir apakah kami akan melanjutkannya lagi nanti malam?
Setelah itu calon istriku sudah siap bersih-bersih dan dia menghampiriku sambil berkata ' menginaplah malam ini sekarang sudah jam 23.00 dan kelihatannya kamu sangat capek sekali hari ini'. Aku pun langsung menerima tawarannya dan dia langsung mengantarku ke kamar kosong yang tidak ada penghuninya. Sesudah sampai dikamar istriku bertanya ' Emang kamu ngapain aja, kok kelihatannya dari muka kamu kecapekan sekali? Apa mama ku suruh kamu angkat yang berat-berat waktu aku mandi tadi? '. Aku pun membalas pertanyaan istriku ' Itu persaan kamu saja, aku baik-baik saja kok. Mama kamu tidak ada suruh aku angkat berat atau yang lainnya '. Setelah itu calon istriku pun merasa legah dengan jawaban ku dan dia berkata ' Ya sudah, kamu istirahat saja dan aku pun mau tidur juga di kamarku '.
Pada saat itu aku dengan calon istriku tidak satu kamar, karena sebelumnya calon mertuaku melarang nya karena kami belum sah menjadi suami istri. Aku pun sebelum tidur mandi terlebih dahulu, karena sebelumnya bau amis karena berada di dapur. Saat mandi aku teringat calon mertuaku, rasa sange ku pun naik lagi dan aku berpikir apa kata-kata calon mertua ku tadi betul, kalau aku malam ini menginap dirumahnya, kami akan melakukanya lagi? Perasaan senang dan sange yang luar biasa menyatu, bahkan di kamar mandi aku sambil ketawa-ketawa sendiri.
Sewaktu aku sudah siap mandi, aku balik ke kamar tidur dengan menggunakan handuk saja dan dengan rasa terkejut aku lihat calon mertuaku sudah telanjang bulat di atas kasur tempat aku tidur nantinya. Aku menanyakan kepada calon mertuaku, ' bagaimana dengan calon istriku tan? nanti dia belum tidur dan tiba-tiba datang bagaiman? '. Dengan santainya calon mertua ku berkata kalau calon istriku sudah tertidur dengan sangat nyenyak dan calon istriku juga sudah kecapekan.
Dengan itu, aku langsung melepas handuk ku dan lansung naik ke atas tempat tidur. Langsung saja aku melakukan foreplay untuk menaikkan nafsu dari calon mertuaku. Akan tetapi mertuaku tidak mau pakai lama lagi, langsung dia suruh aku masuk kan k*nt*l ku ke ms V dia, karena dia merasa melakukan foreplay buang-buang waktu saja. Jadi lansgung ke inti saja.
Pada malam itu, mertuaku menginginkan gaya seks atau posisi seks doggy style, karena dengan posisi seks tersebut katanya k*nt*l ku bisa mencapai titik G-spot nya. Dengan sigap langsung aku penuhi permintaan mertuaku. Aku menyuruhnya telungkup dan saat dia telungkup aku langsung memasukkan mr P ku sedalam-dalamnya nya. Desahan mertuaku pun membuat aku tidak bertahan lama dan aku sudah mencapai puncakku. Walaupun aku sudah mencapai puncak ku, aku tetap akan membuat tante mencapai puncak nya juga. Bermacam-macam gaya seks sudah kami lakukan dan aku hampir menyerah untuk membuat mertuaku mencapai klimaksnya.
Tapi aku pun tidak mau menyerah juga dan berpikir lagi, kalau masih ada lagi yang belum aku perbuat untuk mertuaku yakni oral sex. Saat aku terpikir hal tersebut, aku langsung membuatnya. Aku jilati cipetnya dan desahan mertuaku mirip seperti film bokep yang di jepang-jepang itu. Pelan-pelan tante berkata kalau dia sudah mau mencapai klimaks nya, aku langsung menggunakan ketiga jariku untuk menggobel-gobel cipet mertuaku agar dia mencapai klimaksnya.
Perlahan-lahan sudah mulai basah dan kemudian muncratlah air dari dalam miss V nya calon mertuaku. Saat itu terjadi, dia langsung lemas dan berkata kepada ku kalau aku sangat pintar untuk memuaskan seorang wanita. Bahkan calon mertuaku tersebut berkata, walapun nanti aku sudah married dengan istriku atau anaknya tersebut jangan lupa datang kembali kerumahnya untuk membahagiakannya dengan melakukan hubungan seks juga. Aku pun berkata kepada calon mertua ku, kalau aku akan mengingat ini semua dan aku akan selalu ingin mengulanginya lagi dengan tante atau calon ibu mertua ku nantinya.
Waktu pun berlalu dan sudah jam 05.00 subuh. Aku segera mengantarkan mertuaku ke kamarnya lagi dan aku menggendongnya, karena dia sudah kecapekan saat kami melakukan hubungan seks dengan jangka waktu yang panjang. Setelah itu aku pun membersihkan jejak-jejak yang di atas kasur, karena itu bisa membuat calon istriku curiga.