Kamis, 31 Januari 2019

Cerita Dewasa Membantu Menyirami Rumput Tetangga yang Gersang


Hello guyss, kali ini ada cerita yang tidak kalah menariknya dengan cerita sebelumnya dimana narasumber kita adalah seorang lelaki yang menceritakan dirinya membantu istri orang di ranjang. Jangan terlalu dibayangin ya gan nnti jadi crott cepat lho .. hahaha .. setelah saya baca ini adalah pengalaman yang sangat menarik bagi dirinya yang sangat beruntung bisa mendapatkan rejeki nomplok seperti itu. untuk para pembaca bermimpi aja ya bisa mendapatkan hal yang sama biar jadi kenyataan. hahaa

Mari kita lanjut saja keceritanya ya guyss, pasti ada yang sudah gak tahan pengen coli siap baca dan membayangan cerita ini. Saya tinggal di dekat pasar tradisionil, Rumahku pas di belakang los-los yang berada di pasar itu, Salah satunya los yang pas di muka rumahku ialah los penjual telur ayam. Bik Tari, demikianlah biasa kami menyebut penjual telur itu. Ia dari Madura, serta dibantu oleh anaknya, tumi.

Tumi berusia 25 tahunan, telah bersuami serta miliki seseorang anak berusia 3 tahun. Bodi montoknya begitu menarik. Dengan tinggi seputar 165cm serta ukuran toket 36 C (taunya terakhir sesudah terungkap :P) membuat prima penampilannya yang didukung dengan muka yang cukup manis. Jujur saja, saya begitu seringkali memikirkan badan moleknya ada pada dekapanku. Setiap saat pergi kerja, saya tetap meluangkan diri melihat tumi yang tetap kenakan kaos ketat waktu mengawasi kiosnya, serta itu membuat selangkanganku sering berontak, jika tidak secepatnya berlalu dari hadapannya…

Tempo hari pagi saya bolos ke kantor. Sesaat istriku telah pergi kerja, saya gunakan waktu pagiku dengan membersihkan Ninja merahku sesudah beberapa waktu malas kubersihkan sebab hujan turun terus-terusan. Sekalian memandikan Ninja, kadang-kadang saya curi2 pandang mengarah tumi, terutamanya mengarah toket jumbonya… Seringkali sudah sempat ketahuan jika saya tengah curi2 pandang, serta saya cuma melempar senyum untuk menutupi kemaluan.. eh perasaan maluku.

Tidak berapakah lama lalu saya lihat tumi bergerak ke arah ponten umum. Tetapi tidak lama lalu, ia kembali serta tampak resah serta mukanya pucat seperti meredam suatu. Serta ia pada akhirnya celingak-celinguk di pinggir jalan belakang kiosnya, yg automatis ada di muka rumahku. Sebab ingin tahu, saya bertanya ke tumi

“Kenapa, Sum?” tanyaku
“Anu, mas. Kebelet, tetapi ponten penuh,” jawabnya tiada malu-malu, sebab kami pun sudah kenal lama.
“Trus kamu ingin ke manakah? Ingin kencing di tepi jalan ya?” godaku.
“Ih mas ini, ya tidak lah. Saya ingin pulang, nunggu becak,” jawabnya.
“wheleeh… kamu pakai kamar mandiku saja lho, dibanding keluar di becak,” kataku tawarkan layanan.. sekalian mikir taktik buat ngintip..
“Gak apa2 ya mas?” tanyanya. “udah, dibanding keburu keluar… cepet masuk,” kataku. Serta ia juga selekasnya masuk ke rumahku, serta saya perlihatkan kamar mandiku. Sesudah mengantarnya, saya keluar untuk pastikan keadaan di luar sedang tidak ramai. Sesudah meyakini dengan perkiraanku bhw waktu tumi masuk tidak ada orang yang lihat, jadi saya masuk ke rumah dalam rencana melihat. Pintu pagar juga saya tutup.

Nyaris saya kecewa… sebab waktu mendekati kamar mandi, saya dengar tumi telah menyiramkan air, sinyal tuntasnya hajat yg tertahannya. Kentang nih, pikirku…. Tetapi tidak diduga terdengar, “gedebuuuk… klothaaak… aaaauuuuuuwwwww…” Rupanya tumi terpeleset serta jatuh di kamar mandi. Spontan saya ketuk pintu kamar mandi, serta menanyakan “Kenapa, Sum?” Ia menjawab, “aduh mass… saya kepeleset.. sakit sekali dengkulku.” Selang beberapa saat, ia buka pintu, sekalian terpincang-pincang memegangi lututnya yg tampak merah memar. Ia terhuyung-huyung. Saya kasihan memandangnya, serta membantu memapahnya. Ia tidak menolaknya. Saya peluk pinggulnya dengan tangan kananku serta membimbingnya ke ruangan tengahku. Sebab ia terpincang-pincang, tiada menyengaja pergerakan tubuhnya turun naik, serta waktu itu juga tanganku berasa menyentuh toket jumbonya, walau masih tetap di luar kaosnya. Tiada diakui, waktu kupapah, beberapa kaosnya terungkap, serta memperlihatkan begitu putih serta mulus kulit tumi.

Sampai di ruangan tengah, tumi meminta duduk di karpet sekalian bertumpu di sofa untuk meluruskan kakinya yg memar. Nah, waktu ingin duduk berikut saya gunakan peluang untuk meremas toketnya saat saya membantunya duduk dengan memapahnya dari belakang. Seakan tidak kusengaja, waktu ia melorotkan tubuhnya, serta tanganku mulai sampai di lokasi toketnya, kusempatkan utk dikit meremasnya. Serta tumi juga melenguh… “uuhh…” saya tidak tahu itu lenguhan sebab remasanku atau sebab sakit di lututnya. Sebodo sangat ah… yg terpenting saya dapat rasakan begitu kenyal serta kencangnya toket jumbo tumi.

Saya mengambil air minum untuk tumi sekalian tawarkan menggosoknya dengan minyak gosok yang saya miliki. Serta tumi terima tawaranku. Saya ambilkan minyak gosok serta sekaligus juga tawarkan diri utk menggosokannya serta mengurut kakinya. Ia ingin saja. Serta awalilah ritual pijit memijit, walaupun sebetulnya hanya mengelus serta mengusap… hehehehe… Sebab cemas Bik Sari berprasangka buruk dengan kepergian tumi, saya menanyakan, “kamu barusan pamit ke manakah sama bik Sari?” tumi menjawab, “aku pamit pulang.” “o, ya telah. Takutnya nanti dicari,” jawabku.

Dari sana, kami mulai pembicaraan dengan gombalanku…
“Sum, kamu nyatanya manis juga… bodymu bagus,” kataku menggombal. “Coba jika kenalnya masih tetap saling bujang, tentu tidak pacari kamu.”
“ah.. sampeyan dapat saja mas,” kata tumi, sekalian meringis saatku usap sisi yg memar.
“Iya, bodymu mantap, susumu joss, bokongmu semok… hehehe…,” kataku, “pasti suamimu senang sekali itu…”

Tumi semakin tersipu malu. “Ngomong apakah sampeyan itu mas…” “Lho, ya ngomong masalah suami istri… kan sudah tahu sama tahu masalah itu kan…?” kataku. Serta tiada sadar, saya mulai tenggelam.. waktu melihat muka tumi yang tidak berapakah jauh dari wajahku sekalian mengurutnya eh mengelus kakinya. Semakin manis di pandanganku. Semakin lama pandanganku turun mengarah dadanya.. serta terpaku disana, sekalian tanganku selalu mengelus betisnya. Tidak berasa, tanganku sudah berubah ke atas lututnya serta menarik ke atas legging hitam ketat yang dipakainya, serta mengelus2 sisi itu sekalian selalu melihat dadanya. Tidak diduga tumi mencengangkan aku… “hayo.. lihat apakah?” Kujawab spontan “penasaran dengan isi di dalamnya” Ia juga memukul lenganku. Saya ketawa saja, sekalian selalu mengelus pahanya, sekalian tangan kiriku memijit2 pangkal pahanya di luar celananya.

Lumayan lama kami berdiam diri, sekalian saya selalu mengelus pahanya, alih-alih mengurut. Tidak diduga tumi bergumam.. “emmmhhh….” Saya terperanjat serta menanyakan, “kenapa Sum? Sakit?” Ia menjawab, “gak apa-apa mas” sekalian nafasnya cukup tersengal serta matanya mulai sendu. Saya tahu ia mulai horny karena elusanku. Selekasnya saja wajahku mendekat ke mukanya serta mencium bibirnya. Tumi membalas dengan lembut. Saya hentikan kegiatan tanganku di pahanya, serta berubah ke dadanya. Kuremas lembut toket jumbonya…
“Uuuuggghhh…. sssshhhhhh enak masssss” rintih tumi. Saya juga tidak hentikan ciumanku sekalian menyusupkan tanganku dibalik kaosnya. Memutari tubuhnya serta melepas kait Bhnya. Lantas tangan kananku sampai pada dua bukit kembar montok yg sampai kini ku impikan… Kupilin putingnya yang tidak berapa besar.. ia semakin kuat rintihannya… “masssss….. auuuggghh.. geliii.. nikmaatttt…” Tunjukkan keberuntunganmu dengan bermain Capai uang sebanyak

Tidak terlalu lama selekasnya kuangkat kaos tersebut BHnya. Tersembullah dua benda kenyal yang tegak mengacung dengan gagah di depanku. “wooowww.. susumu indah sekali, Sum…,” kataku. Selekasnya ku remas dua benda impianku itu, sekalian mengarahkan bibirku mencumbu belakang telinga serta turun ke lehernya. Tumi cuma mendesah-desah sekalian tangannya memelukku serta menyelusup ke kaosku. Pada akhirnya kubuka kaosku. Kami berdua bertelanjang dada. Selekasnya saja saya oleskan lidahku ke seputar puting coklat muda tumi, yang membuat semakin mendesah sekalian mengusung pantatnya… “arrrggghhhhh… masssss…. terussss.. iseeeeph maaassssshhh….” Saya menuruti kemauannya.. saya jilat, hisap.. jilat, hisap bergantian yang membuat tumi semakin blingsatan. Tangannya menggapai-gapai mencari tongkat ajaibku… Ia sukses temukan serta merogoh celana boxerku, yg pagi itu tidak sedang berlapis CD.
“ooohh.. massssh… gede sekali kontolmu.. tempikku tidak muat massssh…” rintihnya.. Saya tidak perduli.. saya repot nikmati kenyalnya susu tumi. Saya belumlah puas….

Perlahan, saya tujukan tanganku ke celana legging yang dipakainya. Sampailah jariku di rimba belantara punya tumi yang telah mulai becek… saya pijit-pijit bibir memeknya.. saya susuri belahan bukit rimbunnya utk mencari sebiji kacang kenyal di dalamnya. Demikian bertemu, selekasnya kupijit2 lembut butiran kenyal itu.. serta membuat tumi semakin blingsatan… “masssshhh.. kamu apain itilku….uuuuggghhhh… masssshhh… tidak kuaattthh….???

Selekasnya saya pelorot celananya, tumi menolong memudahkan dengan mengusung pinggulnya. Jadilah kami saling bugil di ruangan tengahku. Perlahan-lahan, tumi saya baringkan di karpet, ia nurut saja sekalian selalu mengocok lembut joy stick-ku. Mulutku berubah dari toket ke perutnya sampai hingga ke memiawnya…. tumi semakin mendesah kencang waktu hembusan nafasku menghangatkan memek tembemnya. Kami ambil tempat 69. tumi selekasnya mencapai batangku serta masukkan ke mulutnya… bibir serta lidahnya berasa lembut menyentuh palkonku.. hisapannya membuat saya seringkali mengejang… serta saya membalasnya dengan menjilat serta menyedot2 lubang kenikmatannya…. Meskipun Hanya penjual telur, tetapi meki tumi baunya harum sebab ia rajin konsumsi jamu ramuan madura. Kujilat serta kuhisap2 bibir mekinya…. Kukunyah2 lembut clitorisnya.. serta nyatanya itu membuat pertahanannya jebol.

“massssshhh…. kamu apain itilku massssshhhh…. saya ingin dapeeeetttth…. uuugggghhhhh….. sssshhhhh…” Serta, berasa begitu semakin beceknya memeknya disiram dengan cairan orgasmenya. Sumi lemas sekalian mendesis-desis keenakan. “aduuuhh masshh… enyaaakh…. sudah lama saya tidak beginian…hhhh…. sshhh..” “hah? Masak sich?” tanyaku. “iya mash… suamiku habis jatuh, kontolnya tidak dapat ngaceng kembali..” kata Sumi…

“Oalah Suuuumm.. kasihan sekali kamu.. eman bangeeet….. sini saat ini saya puasin… ,” kataku. “iyo massh… puasin aku…,” balas Sumi. Langsung saya kenyot kembali susu montok itu. “uuuggghhh… massshhh… mari masssshh.. puasin akuuuu….” Sumi mengeluh. Tangannya selekasnya mencapai serta mengocok kontolku. Saya sodorin ke mulutnya. Dijilat, disedot dari palkon sampai sun hole-ku… membuat saya semakin bergairah mengerjakan Sumi.

Sesudah saya perasaan cukuplah becek, selekasnya saya tujukan kontolku ke memek Sumi… Sumi cuma mendesis-desis kenikmatan… Saya usap-usapkan palkon ke belahan meki Sumi… lama-lama semakin licin.. jadi ku doronglah batangku sampai ambles seluruhnya… blleeeepppsssph… Gileeee… mekinya peret abiiiissss… memang bener kata orang, empot2 ayam Madura punya….“auuuughh…….. mmaassshhh…. seseeeeekkkhhhh…. gedhe bangeth kontol kamu masssshh…. miliki bojoku tidak segede iniiiihhh…. uuuughhh… ssshhh…” “enakh ya Sum…. tempik kamu peret serta legit Sum…. enak manakah sama suami kamu..??” “enakh ini masshh… mari masshh.. genjoth terussshh… puasin akuuuuhh.. sshhhh….” kata Sumi sekalian matanya merem melek keenakan…

Sesudah 10 menit, Sumi lelah, meminta ubah tempat. Tiada melepas diri, kami bertukar women on top. Sumi dikit mengernyit kesakitan waktu lututnya yg memar coba ditekuk sebab ia mengambil tempat jongkok. Akan tetapi itu tidak lama sebab kalah dengan kesenangan yang ia terima karena meki legitnya diobok-obok sama belalai gajahku.. hehehehe… Dalam tempat ini, jepitan serta empotan Sumi semakin berasa memijat-mijat batangku. Ia menggoyang pinggulnya membuat kontolku terasa dipilin-pilin… gabungan empotan, pijitan serta putaran membuatku hampir jebol… Saya coba bertahan…

Sumi selalu bergoyang sekalian mendesis-desis keenakan.. hingga kemudian goyangannya semakin tidak beraturan… serta tidak diduga ia melenguh…”uuggghhh… massss…. saya nyampe lagiiii….. heeeghhhh….” tuturnya sekalian saya rasakan kontolku seperti dijepit ama besi… kenceng sekali jepitannya… sesudah beberapa kedutan, tubuhnya ambruk menindihku…. sekalian berbisik.. “massh.. kamu kuat bangeth…. hhhuuuuffftttt…” saya Hanya tersenyum serta meremas2 pantatnya… “Sekarang kamu puasin saya ya Sum?” Sumi cuma mengangguk. Saya ajak Sumi mengambil tempat DS, tetapi sebab lututnya sakit, jadi saya suruh berdiri nungging sekalian berpegangan pada sandaran sofa.. Wuuuuiiihhhh…. seksi sekali Sumi dalam tempat begini… Susunya gede menggantung akan tetapi tidak kendor.. meki tembemnya muncul di celah paha dengan rona merah muda diantara bulu2 hitam… uuuhhh.. seksiiiii….

Tidak lama, sesudah saya sedot-sedot serta kocok dengan jariku, meki Sumi sudah siap terima tongkat ajaib pembawa nikmat…. Selekasnya saya mengambil tempat serta.. blllessshhhppph…. “uuggghhhhh….” Sumi melenguh saat kontolku masuk mekinya…. Genjot… genjot… sekalian meremas2 susu Sumi yang seksi waktu bergoyang-goyang sebab genjotanku… semakin meningkatkan seksi…. Seputar 10 menitan dalam tempat DS, saya rasakan meki Sumi berkedut-kedut kembali.. sepertinya ingin orgasme yg ke-3 kalinya.. jadi kupercepat kocokanku di mekinya… Tidak berapakah lama lalu , Sumi menjerit…” massssshhh… ingin nyampe lagiiii….. mari masssshhhh… genjooottthhh….” “iya Summmh…. saya pun sudah ingin nyampe… sssshhhh…. kita berbarengan yaaa… ,“ kataku.

“ayo mashhh…. tidak kuat kembali mashhhh….mmmaaaashhhhhh….. uuuuffffttt…..” Sumi semakin meracau. Saat yg sama, kontolku sudah berdenyut-denyut juga. Kupercepat tempo kocokanku sampai akhirnyaaaa… “Suuuuuummmhhh… saya keluarrrrrrrhhhhh…..” kataku. “Semprot di saja mash…. heeeeegghhh….” jawab Sumi sekalian mengejang sebab orgasmenya telah tiba bersamaan dengan saya menyemprotkan spermaku beberapa kali…Dalam tempat demikian, saya masih tetap rasakan kedutan serta pijitan yg mengagumkan dari meki legit Sumi. Sekalian menanti kontolku mengecil, tetap harus kutancapkan di meki Sumi sekalian selalu meremas-remas toket idamanku…. Serta pada akhirnya plooph.. kontolku telah mengkerut sebab senang.. hehehe….

Lantas kami bersih2 diri di kamar mandi, cuma sama-sama gosok waktu menyabuni. Tidak main kembali, sebab takut Sumi dinanti Bik Sari yang pasti siap-siap pulang sebab hari telah mendekati siang. Tidak berasa satu jam lebih kami bergumul. Saya pergi ke jalan untuk kembali lihat keadaan. Sebab telah cukup siang, jalanan di muka rumah telah mulai sepi, jadi saya berikan kode pada Sumi untuk keluar serta kembali pada kiosnya. Saya tidak tahu apakah fakta Sumi pada bik Sari, yg terpenting saya tahu satu perihal, Sumi serta saya senang. Sebelum berpisah, kami janji utk seringkali share kesenangan, sebab saya ialah orang yang baik hati, menolong menyirami kegersangan rumput tetangga

Cerita Dewasa Ayam Kampus Haus Seks

Cerita Dewasa Ayam Kampus Haus Seks Hallo para pascol semua, salam untuk kalian semua semoga semuanya di berikan berkah dan sehat selal...