Selasa, 04 Desember 2018

Gairah Seks Papaku Dengan Anak di Kosan Miliknya

Gairah Seks Papaku Dengan Anak di Kosan Miliknya



Perkenalkan namaku Kemal, satu hal yang paling aku ingat soal seks ialah dimana ketika aku masih ngekos di tempat tetangga. Pada saat itu aku masih berumur sekitar 13 tahun ya sekitaran masih kelas SMP. Papaku sendiri yang memiliki usaha kayu yang cukup terkenal dan dia memiliki kos-an ada sekitar 8. Salah satunya kos-annya berada di sebelah rumahku, dari semua penghuni cewek yang paling memikat perhatianku ialah mbak Gita. Mbak Gita sendiri baru berusia 21 tahun, dia memiliki paras wajah yang cantik dan juga body yang montok.

Terkadang aku suka diajak ke kamarnya untuk menemani untuk menghabiskan makanan yang sudah dia beli. Jika boleh berkata jujur, aku sudah lama terpikat oleh mbak Gita, bentuk bodynya hampir setara dengan artis-artis yang ada di majalah yang biasa papaku baca. Dia memiliki postur badan dengan tinggi 165cm dan memiliki berat badan sekitar 50an dan memiliki buah dada perkiraan 35B (itu semua hanya pemikiran yang ada dalam benakku).

Sering kali dia memeluk aku ntah itu karena apa, mungkin karena aku memiliki badan yang cubby, imut dan polos. Aku hanya bisa pasrah berada dalam genggaman pelukan mbak GIta dan menikmati sentuhan buah dadanya saat memeluk tubuhku rasanya begitu luar biasa.

Terkadang ketika aku bernafsu yang berlebihan, aku yang langsung memeluknya sambil menaruh kepalaku di atas buah dadanya kemudian menggeleng-gelengkan kepalaku dan dia hanya tertawa melihat tingkahku itu. Kemudian aku menanyakan kepadanya "apakah mbak sudah memiliki pacar?" lalu dia menjawab haha.. hahaha.. hahahaha... aduh mbak masih jomblo mal, "Kenapa memangnya mal kok tanyanya begitu?" tanya mbak Gita kepadaku. Tidak apa-apa sih mbak aku cuma tanya saja, hehe.. kan biasanya kalo udah besar pastinya ada pacar dan kemudian dia hanya tertawa.

Pada hari Sabtu tepatnya malam Minggu yang merupakan hari spesial bagiku, sebab mbak Gita hanya mengenakan kaos oblong lengan buntung panjang hingga ke bagian paha berwarna merah sehingga memperlihatkan pahanya yang putih dan mulus yang membuatku nafsu hingga menelan ludah. Pada hari itu, mbak Gita memang sedang tidak ada kelas di kuliahnya dan rencananya ingin bersih-bersihin kamar. Ketika dia ingin menaruh barang yang diletakan diatas lemari, Sssrrrrrruuuuuttttt.. kaos oblongnya terangkat sehingga celana dalamnya yang berwarna hitam kembang dan ditambah lagi dengan pahanya yang mulus serta pantannya yang montok. Kemudian  yang timbul dalam pikiranku ingin segera melihatnya bugil tanpa sehelai pakaian pun.

Tidak lama itum aku terkejut dengan suara yang datang dari handphone mbak Gita, sudah kebiasaan dia tidak pernah menerima telpon saat ada waktu bersamanya. Dia kemudian keluar dari kamar untuk mengangkat telponnya, mulanya aku tidak merasa curiga dengan suara yang mengganggu saat puber. Namun. lama-kelamaan membuat aku jengkel dan tiba-tiba mbak Gita masuk kembali ke dalam kamar dan berkata "Mal, mbak harus pergi dulu nih ada urusan" ujarnya. "Hhhmmmm.. memangnya penting ya mbak?" tanyaku sambil berusaha menahannya untuk pergi. Aduuh kepo kamu mal, ledek mbak Gita. "Yang jelas dia sangat penting untuk mbak, jika bukan karena dia, mbak tidak akan bisa tinggal di tempat semewah ini" ujar mbak Gita sambil tertawa kecil.

Aku masih belum mengerti soal pertemuan yang singkat pada hari itu, aku seakan diusir dengan halusnya oleh mbak Gita, kemudian aku penasaran untuk menantinya keluar dari depan rumah kos yang mengenakan baju apa pujaan hatiku ini. Tidak lama kemudian dia keluar dari kos-annya dengan mengenakan baju oblong yang ketat berwarna putih dan celana jeans yang cukup ketat sehingga memperlihatkan bentuk tubuhnya yang seksi serta rambutnya yang panjang berwarna kecoklatan dikuncir rapi dan terlihat ia memakai bra yang menyantel talinya di leher berwarna hitam. Saat dia melihatku dan mengatakan "dadah mal, mbak pergi dulu ya" katanya.

Setelah melihat mbak Gita berpenampilan seksi, rasa nafsuku semakin meningkat dan kemudian berpikir jika biasanya mbak Gita sudah kebiasaan meletakkan kuncinya tepat di bawah pot yang ada di sebelah kamar. Aku secepatnya menuju kamar mbak Gita sambil membayangkan bagaimana jika nantinya aku ketahuan berada di kamar mbak Gita tanpa sepengetahuan dia, namun itu hanya berlangsung sebentar saja.

BACA JUGA: Cerita Dewasa Lesbi Suster Hot

Aku melihat celana dalam yang tadi mbak Gita pakai dan segera aku ambil celana dalam itu serta mencoba mengendus-endusnya di bagian nonoknya yang berbau amis bercampur pesing dan dibagian selangkangannya masih basah mungkin karena keringatnya. Rasa nafsuku semakin menggila dan tak tertahankan lagi dan aku segera masuk ke kamar dan menciumi celana dalam mbak Gita sambil mengocokkan burungku hingga tertidur berbaring lemas di tempat.

Kreeekkk.. kreeeeekkkkkk.. suara seseorang membuka pintu dan dari suara itu aku terbangun dari tidurku. Loh kok bisa tidak terkunci, tadi sebelum berangkat perasaan aku sudah menguncinya (suara mba Gita yang merasa bingung). Mendengar suara itu, aku semakin merasa bingung harus ngapain dan tiba-tiba terdengar suara seorang laku-laki dari luar kamar dan berkata "aduhh, cantik-cantik kok pelupa sih kamu" ujar laki-laki itu. Jika aku perhatikan, aku sangat mengenali suara itu seperti suara papaku. Rasa takutku itu menghilang dengan sendirinya dan kemudian berpikir untuk apa papaku ada di kamar mbak Gita.

Hhhmmmm iiyaa kuncinya masih ada di dalam kamar om... uuggghhh... uuugggghhhhh om.. sluurrrpp... slllluurrrrrpppp.. suara desahan mbak Gita yang aku dengar. Aahhhhh om.. Gita sayangku.. sambil menyosor bibir mbak Gita.. sluurrrpp... slllluurrrrrpppp,,  aku semakin lama semakin penasaran saja. Aku terus menerus mencari cara untuk mengetahui apa yang terjadi diluar sana. Kemudian aku mencoba untuk membuka resleting lemari sehingga aku bisa dengan bebas untuk melihat keluar.

Sungguh tidak diduga, aku menyaksikan secara langsung mbak Gita dicumbu oleh papaku sendiri. Papaku dengan rasa nafsu yang membara melumat bibir mbak Gita dan mbak Gita sendiri hanya bisa pasrah kemudian tangan papaku meremas-remas tetek mbak Gita. "Aduhh.. kamu wangi sekali Gita," suara erangan papaku ketika dia menjilat-jilat leher mbak Gita. Aku terus memperhatikan rekasi dari mbak Gita yang semakin menikmati setiap sosoran yang papaku lakukan. Jujur saja disitu aku sangat merasa kecewa dengan kelakuan papaku sendiri, bagaimana tidak, papaku yang aku hormati selama ini justru melakukan hal yang tidak sewajarnya. Rasanya aku ingin segera melabraknya, namun aku berpikir untuk menunggu dulu dan semakin lama malah semakin menikmati aku menyaksikannya.

Tanpa basa basi, papaku langsung membuka baju oblong berwarna putih mbak Gita sehingga yang terlihat hanya bra yang menutupi teteknya yang terlihat sekel dan berisi itu. Kemudian papaku melepaskan kemejanya sambil menyosor dan melumat habis bibir papaku lalu mbak Gita mengusap-usapkan tangannya ke dada papaku yang memiliki bulu. Nah hal itu membuatku semakin penasaran saja.

Kejadian itu dengan singkat semakin memanas dan ciuman yang kurang lebih berlangsung selama lima menit-an. Tak terduga mbak Gita mendorong papaku hingga tergeletak di kasur. Kemudian mbak Gita berkata "om, coba perhatikan Gita ya" ujarnya sambil menyalakan cd dan menyetel lagu kesukaannya dan kemudian menari-nari tarian erotisnya.

Mbak Gita terus menari-nari dan tidak lama itu membuka celana jeansnya hingga dia hanya mengenakan bra dan celana dalam saja yang berwarna hitam. Meskipun suasana mulai meredah, tapi aku sangat menikmati tubuh seksi mbak Gita. Dengan lincahnya kemudian mbak Gita meraba-raba tubuhnya dengan tangannya sendiri.

Kemudian dia terkadang meremas-remas teteknya sendiri dengan perlahan namun pasti, itu semakin membuat tubuhku dan juga papaku menambah adrenalin, wajahnya yang berparas cantik dan putih kemerahan karena efek minuman beralkohol dengan pandainya menunjukkan gerakan yang sensual. Sesekali mbak Gita menjilat-jilat bibirnya sendiri yang sudah terpoles lipstik yang membuat bibirnya terlihat tetap basah dan rasanya ingin sekali diemut-emut.

Tanpa berlama-lama kemudian papaku menarik tangannya mbak Gita dan tepat jatuh di pelukan papaku, teteknya mengenai muka papaku dan dengan cepat papaku melumat teteknya dengan ganasnya. Kemudian papaku menjulurkan kedua tangannya ke pantat semok mbak Gita dan meremas-remasnya dan nampak mbak Gita mulai merasa terangsang dari serangan papa.

Setelah itu papaku segera melepaskan celana dalam mbak Gita yang membuat mbak Gita telanjang bulat tanpa adanya pakaian yang menutupi tubuhnya. Papaku terus melakukan serangan ke arah mulut dan teteknya tanpa habis-habisnya. Kemudian dengan cepat tangan mbak Gita melorotkan celana papaku. Terlihatlah dengan jelas burung papaku yang hitam dan besar berdiri tegak di atas perut mbak Gita. Seketika mbak Gita langsung mengocokan burung papaku.

Kemudian di tariknya pantat mbak Gita, posisinya mbak Gita tepat berada di atas badan papaku. Pantat mbak Gita berada tepat di atas kepala papa. Mbak Gita tampak begitu ahli saat mengocokan burung papaku dan kemudian mengemutnya dan memasukan burung papaku ke dalam mulut. Mbak Gita menikmati gesekan dari burung papaku di dalam mulutnya.

Sekarang tepat dihadapan papaku ada nonok yang sungguh indah. Aku dengan bebas menyaksikan kejadian itu karena posisi lemari berada di belakang kasur yang mereka gunakan. Nonoknya mbak Gita masih berwarna kemerahan dan berisi, papaku langsung saja mengisap-isap lubang nonoknya mbak Gita yang indah itu. kemudian dengan cepat tangan mbak Gita menggerakan burung papaku menuju lubang nonoknya dan blllessssss... lesssssssss... masuklah burung papaku ke dalam lubang nonoknya mbak Gita. Aku melihatnya dengan jelas saat burung papaku di cengkeram begitu erat nonoknya  mbak Gita.

Kemudian terdengar suara desahan papaku... aahhhh.. aaahhhh.. enak Gita.. kemudian tangan papaku menggerakan pantat mbak Gita sehingga bisa memompa dengan bebas yang membuat burung papaku keluar masuk di dalam lubang nonoknya mbak Gita. Tidak tahan melihat mbak Gita mendesah keenakan dan semakin erat memeluk tubuh papaku dan tubuhnya sempat bergetar hebat sama halnya kita menahan kencing. Papaku juga semakin liar menggesekan burungnya di dalam lubang mbak Gita.

Aku melihat dengan jelas burung papaku di selimuti cairan lengket yang mungkin dari dalam lubang nonoknya mbak Gita. Nonoknya mbak Gita semakin lama semakin memerah dan semakin indah aku melihatnya. Tidak lama itu, papaku melepaskan pelukannya dari mbak Gita dan masih dalam keadaan burungnya melekat kuat di dalam lubang nonoknya mbak Gita. Kemudian papaku melanjutkan gesekannya dengan begitu perkasa menggoyang-goyangkan pantatnya maju dan mundur sementara itu mbak Gita hanya menikmati rangsangan yang diberikan papaku.

"Aduuuuhhhhh.. Gita, om bentar lagi mau keluar nih" ujar papaku tanpa sekata patah apapun papaku terus menggesekan burung ke dalam nonoknya mbak Gita dengan kecepatan yang dahsyat dan dari gesekan itu terdengar suara.. ploookkk.. plloookkkkk. pllloooookkkkk.

Dan akhirnya dengan cepat papaku mengeluarkan burungnya dari dalam lubang nonoknya mbak Gita dan mengeluarkan cairan kentalnya tepat di atas perut mbak Gita. "Uuuhhhh.. sungguh nikmat Gita" kata papaku yang merasa kelelahan setelah memperkasai mbak Gita kurang lebih selama satu jam lebih.



BACA JUGA: 

Cerita Dewasa Ayam Kampus Haus Seks

Cerita Dewasa Ayam Kampus Haus Seks Hallo para pascol semua, salam untuk kalian semua semoga semuanya di berikan berkah dan sehat selal...